Tuesday, 2 September 2014

Kakiku yang (Tak) Normal


 
"Kakimu lho gumblek," begitulah biasanya mama kalau menggodaku karena bentuk kakiku yang pendek. Tidak ada yang salah dengan bentuk kakiku yang pendek ini, toh ini pemberian Allah SWT kepadaku. Aku bersyukur meskipun kakiku pendek, aku tetap bisa berjalan. Namun, itu bukan berarti kakiku normal. 
Aku memang bisa berjalan dengan normal seperti orang-orang lainnya. Hanya saja saat sholat, aku harus duduk dengan kaki lurus ke depan karena aku akan merasakan sakit pada tulang disekitar lututku ketika melakukan gerakan sujud dan duduk diantara dua sujud. Pernah aku coba memaksakan diri untuk sholat dengan posisi berdiri, alhasil akupun limbung ditengah-tengah sholat-ku.
 
Jika kalian bertanya kenapa tidak dibawa ke dokter saja? Oh tentu saja sudah. Aku bahkan sampai melakukan ronsen. Hasilnya adalah tidak ada kerusakan atau pergeseran apapun pada tulangku. Well, aneh, ya? tapi aku tidak mempermasalahkannya. Selama aku masih bisa berjalan, terlebih aku masih bisa sholat walaupun dengan duduk, everything is okay
 
"Be sure you put your feet in the right place, then stand firm."
— Abraham Lincoln. 
     

Monday, 25 August 2014

Kenapa Merah?


In Russian, red means beautiful. Yah, merah itu cantik - seperti itulah aku menggambarkan warna merah, bahkan jauh sebelum aku tahu kalau arti merah dalam bahasa Rusia adalah cantik. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa sangat menyukai - oh, lebih tepatnya mencintai warna ini. Semua terjadi begitu saja - aku terpesona dengan warnanya yang menyala, lalu jatuh cinta.

Dan bisa dibilang aku ini terikat oleh warna merah. Saat SMA, aku masuk di salah satu SMA terfavorit di kotaku. Dan kalian tahu apa yang membuatku tercengang dari sekolah itu? Oh, bukan prestasi mereka. Kalau itu aku sudah tahu. Hal yang membuatku tercengang adalah warna kebanggaan mereka, dan itu adalah Merah. Belum lagi warna fandom kebanggaan dari idolaku - DBSK, juga berwarna merah. Dan lagi, beberapa chara anime dan manga yang aku sukai pun memiliki warna rambut merah, contohnya Gaara dan Akashi Seijuuro. Lalu, Bagaimana dengan barang-barangku? Jangan ditanya lagi. Barang-barangku dominan warna merah, terlebih kaos, sampai dikira kagak ganti baju, orz. Rasanya itu sungguh luar biasa karena aku tidak pernah menyangka bahwa aku selalu dikelilingi oleh merah. Allah bless me, ya know?

Akhir kata, bila memang merah adalah simbol keberuntungan seperti di negara China, aku harap Allah akan selalu melimpahkan keberuntungan (termasuk kebahagiaan) itu padaku dan orang-orang disekitarku. Thank you, Allah.

"Red is the ultimate cure for sadness."

Bill Blass